"Ini Tentang WARU
Indah nan permai
Membius tiap mata yang memandang..
Lelah, penat perjalanan. Tiba lukisan indah.
Coretan ini berawal dari lelaki yang datang dengan penuh riuh di dada,
gelisah, risau tak menentu
perlahan redah dengan deretan pepohonan dan rimbun hijau dedaunan, bauh tanah, dan sumber air yang mengalirkan keseimbangan syair
Ada aroma kopi yang ditawarkan, diracik dengan tangan penuh cinta
Senyum sapa yang ramah, berjejeran. Kami larut bersama damai..
Antusias, suka ria, menyambut kedatangan
Berbagi cerita, ilmu yang tak kami dapatkan di bangku pendidikan,
Tentang kebersamaan, kekeluargaan. Jaminan masa depan yang menjaga peri kemanusiaan,
Kelangsungan kehidupan..
Kami sungguh dengan jelas melihat keseimbangan
Ada nilai budaya, religius yang masih tetap terjaga
Meski bersamaan,
Berbarengan dengan keramaian pengunjung di tiap penghujung. Oh, harmoni..
Keceriaan anak-anak menikmati masanya, berlarian, bermain air
Khusyuknya bapak-bapak menikmati kopinya
Dan pancaran suka ria dan pengunjung..
Sebulan sudah kami bersamamu
Tak banyak yang dapat kami berikan
Tapi satu yang ingin kami ucapkan,
Apa yang kami lakukan,
apa yang aku ucapkan, dari kemurnian hati penuh kasih. Penuh cinta
Satu hal yang ingin aku ungkapkan;
Jaminan pada tiap generasi penerus
Jaga dan lestarikan keindahan ini
Kami mencintaimu WARU nan permai..
Maguan, 09 Februari 2019 "
Mitha Randy Madubun, puisi untuk WARU
Komentar