Langsung ke konten utama

Postingan

Oleh-oleh

  "Sore diguyuri hujan saat musim kemarau. Malang lagi tak menonjolkan suhu ademnya yang mencekam kedua telinga dan menembus pori-pori kulit yang tipis ini. Saya terjebak di warung Pakde kampus III, menikmati kopi dan merefleksi diri dalam sepekan ini. Mencoba mengabadikannya agar terkenang seiring zaman.." Pekan lalu, perjalananku menembus awan tebal dari kampung halaman. Setiba, satu pertanyaan yang sama berentetan menyambut terucapkan dari orang yang berbeda-beda, "mana oleh-olehnya?". Aku jujur dengan keberangkatanku yang mendadak itu. Sungguh Ayahku dalangnya. Mengecek berbagai pesan whatsapp, aku lebih memfokuskan mata untuk membaca info yang dibagikan di grup mahasiswa fakultas Reguler A. Sampai lupa bahwa proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum sudah dimulai. Aku mulai antusias dengan proses demokrasi di fakultasku ini, namun ada hal yang menjanggal dalam pikiranku, tak ...
Postingan terbaru

Prosaku Mencinta (1)

Hiruk pikuk nuansa batin, begitu pula yang tergambar saat sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai aktivis kampus sedang menikmati seduhan kopi di kantin kampus. Orang-orang kampus berlalu-lalang, sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang tertunduk namun merangak, sepertinya asik menikmati game pada gadgetnya . Dari arah utara mulai terlihat segerombol dengan dominasi mahasiswi berarah ke kantin. Aku yang tidak begitu penting dengan suara ribut yang mulai mendekat, di meja sebelah, sempat mengangkat pandangan yang sedari tadi memfokuskan pikiran pada bacaan Novel Arah Langkah karangan Fiersa Basari ini, memerhatikan, sontak terpanah, tersenyum batin ini. Oh Tuhan, sungguh kumemuja asmaMu, inilah salah satu ciptaan terindahMu. Hati bergetar, mungkinkah ini cinta pandangan pertama (yang sejak dulu tak kupercayai)?, dalam hati ingin mendekati, mengulurkan tangan dan mengucap salam kenal. Pada bagian buku ini kututup, alih-alih kuperhatikan. Perempuan bersosok...

Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penguatan Demokrasi Konstitusional

  Dalam Seminar Nasional dengan Tema "Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Penguatan Demokrasi Konstitusional" yang diselenggarakan di Universitas Widyagama (UWG) Malang pada 16 Desember 2019, menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. Anwar Usman S.H., M.H. sebagai Keynote Speaker, dan empat narasumber diantaranya, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, SH., MH. (Sekjen MK RI), Prof. Abdul Mukthie Fadjar, SH., MS. (Mantan Hakim MK 2003-2009, Wakil Ketua MK 2008-2009, Ketua YPPI Widyagama Malang), Dr. M Ali Safa'at, SH., MH. (Akademisi HTN Univ. Brawijaya Malang), Dr. Sirajuddin, SH., MH. (Akademisi HTN UWG Malang). Dalam Pembukaan acara, pandangan yang dipaparkan secara singkat oleh Ketua MK RI, Anwar Usman, terkait bagaimana prinsip-prinsip hakim dalam memutus suatu perkara, perspektif yang dibangun bukan hanya dalam ranah norma hukum , namun juga pendekatan norma agama yang didasarkan atas dalil agama yang dipercayai oleh umat beragama di Indonesia. Memasuk...

WARU

Saya adalah salah satu mahasiswa semester VI di Universitas Widyagama Malang yang baru saja selesai KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) atau yang lebih dikenal KKN, yang berlokasi KPM di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada Minggu, 10 Februari 2019, kemarin. Ada dua kelompok yang ditempatkan di desa ini, kami kelompok 2 berlokasi di Dusun Ubalan, dan kebetulan ada salah satu  wisata  yang baru saja dibangun kurang-lebih enam bulan yang lalu. Saat kami berada disana. Wisata Alam dan Religius Umbulrejo atau yang disingkat WARU ini dikelolah oleh Pemerintah Desa Maguan. Ceritanya, sebulan program kami disana, saya dan beberapa teman kelompok (Bang Monte, Mas Rizki, Ilham, Opik dkk), kita lebih sering menghabiskan waktu di WARU. Bukan hanya karena wisatanya, atau menjalankan program untuk pengembangan wisata, tapi juga karena ada warung kopi yang menyediakan   wifi .  ehehe WARU memang membius mata dan menjanjikan kenyamanan. Deretan pepoho...

WARU_[Puisi]

"Ini Tentang WARU Indah nan permai Membius tiap mata yang memandang.. Lelah, penat perjalanan. Tiba lukisan indah. Coretan ini berawal dari lelaki yang datang dengan penuh riuh di dada, gelisah, risau tak menentu perlahan redah dengan deretan pepohonan dan rimbun hijau dedaunan, bauh tanah, dan sumber air yang mengalirkan keseimbangan syair Ada aroma kopi yang ditawarkan, diracik dengan tangan penuh cinta Senyum sapa yang ramah, berjejeran. Kami larut bersama damai.. Antusias, suka ria, menyambut kedatangan Berbagi cerita, ilmu yang tak kami dapatkan di bangku pendidikan, Tentang kebersamaan, kekeluargaan. Jaminan masa depan yang menjaga peri kemanusiaan, Kelangsungan kehidupan.. Kami sungguh dengan jelas melihat keseimbangan Ada nilai budaya, religius yang masih tetap terjaga Meski bersamaan, Berbarengan dengan keramaian pengunjung di tiap penghujung. Oh, harmoni.. Keceriaan anak-anak menikmati masanya, berlarian, bermain air Khusy...

Implikasi Mahkamah Agung dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Mahkamah Konstitusi

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) kesejajaran kedudukan Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) diatur dalam pasal 24 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi bahwa : “Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi”. Kesejajaran dua lembaga pemangku kekuasaan kehakiman ini semakin terlihat melalui pemberian kewenangan terhadap keduanya dalam konstitusi maupun peraturan perundang-undangan. Secara yuridis MK dan MA memiliki kedudukan yang sejajar dengan kewenangan berbeda. Namun dalam praktek terdapat hubungan dan titik singgung wewenang diantara keduanya. Bahkan terkadang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Pasalnya, sering terjadi pengujian undang-undang terhadap UUD 1945 yang kebetulan dalam waktu yang bersamaan MA juga sedang ...