Langsung ke konten utama

WARU


Saya adalah salah satu mahasiswa semester VI di Universitas Widyagama Malang yang baru saja selesai KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) atau yang lebih dikenal KKN, yang berlokasi KPM di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada Minggu, 10 Februari 2019, kemarin. Ada dua kelompok yang ditempatkan di desa ini, kami kelompok 2 berlokasi di Dusun Ubalan, dan kebetulan ada salah satu wisata yang baru saja dibangun kurang-lebih enam bulan yang lalu. Saat kami berada disana.
Wisata Alam dan Religius Umbulrejo atau yang disingkat WARU ini dikelolah oleh Pemerintah Desa Maguan.
Ceritanya, sebulan program kami disana, saya dan beberapa teman kelompok (Bang Monte, Mas Rizki, Ilham, Opik dkk), kita lebih sering menghabiskan waktu di WARU. Bukan hanya karena wisatanya, atau menjalankan program untuk pengembangan wisata, tapi juga karena ada warung kopi yang menyediakan  wifi. ehehe
WARU memang membius mata dan menjanjikan kenyamanan. Deretan pepohonan dan rimbun hijau dedaunan, sumber air yang alami, udara yang segar masih tetap terjaga. Pantas lah, bukan hanya kami, tapi siapa saja yang berkunjung kesana, pasti betah dan ingin lama lama di sana.
Di WARU, ada nilai religius yang masih tetap terjaga kereligiusannya. Ada tempat sakral -- dimana untuk warga dan pengunjung bermunajat.
Keharmonian yang terlihat disini, meski ada niali-nilai budaya dan religius, bersamaan -- berbarengan dengan ramainya pengunjung (saat holiday), nilai budaya dan religiusnya tetap terjaga.
Ada spot foto, dan bergantungan bunga-bunga yang tersusun menghiasi sekitar. Mempesona.
Jika berkunjung dari Malang kota, pengunjung akan menghabiskan 40-50 menit perjalanan, menggunakan kendaraan pribadi, tempat parkirannya luas dan ramahnya petugas yang berjaga. Hanya Rp. 2.000-an untuk membayar parkiran dan itu sudah termasuk tarif untuk masuk ke lokasi wisatanya.
Ada tempat pemandian (kolam renang berkeramik) khusus untuk anak-anak, sedangkan untuk kalangan umum masih alami. Tak kalah penting, di WARU, ada taman baca sederhana untuk pengunjung bisa memilih satu-dua bacaan sambil menikmati minuman dan makanan yang bisa dipesan langsung di jejeran warung-warung di lokasi.
Nah, rekomendasi dari saya (terlebih khusus bagi yang ingin mencari ketenangan), berkunjunglah ke WARU. 
Mari kita ke WARU.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARU_[Puisi]

"Ini Tentang WARU Indah nan permai Membius tiap mata yang memandang.. Lelah, penat perjalanan. Tiba lukisan indah. Coretan ini berawal dari lelaki yang datang dengan penuh riuh di dada, gelisah, risau tak menentu perlahan redah dengan deretan pepohonan dan rimbun hijau dedaunan, bauh tanah, dan sumber air yang mengalirkan keseimbangan syair Ada aroma kopi yang ditawarkan, diracik dengan tangan penuh cinta Senyum sapa yang ramah, berjejeran. Kami larut bersama damai.. Antusias, suka ria, menyambut kedatangan Berbagi cerita, ilmu yang tak kami dapatkan di bangku pendidikan, Tentang kebersamaan, kekeluargaan. Jaminan masa depan yang menjaga peri kemanusiaan, Kelangsungan kehidupan.. Kami sungguh dengan jelas melihat keseimbangan Ada nilai budaya, religius yang masih tetap terjaga Meski bersamaan, Berbarengan dengan keramaian pengunjung di tiap penghujung. Oh, harmoni.. Keceriaan anak-anak menikmati masanya, berlarian, bermain air Khusy...

Prosaku Mencinta (1)

Hiruk pikuk nuansa batin, begitu pula yang tergambar saat sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai aktivis kampus sedang menikmati seduhan kopi di kantin kampus. Orang-orang kampus berlalu-lalang, sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang tertunduk namun merangak, sepertinya asik menikmati game pada gadgetnya . Dari arah utara mulai terlihat segerombol dengan dominasi mahasiswi berarah ke kantin. Aku yang tidak begitu penting dengan suara ribut yang mulai mendekat, di meja sebelah, sempat mengangkat pandangan yang sedari tadi memfokuskan pikiran pada bacaan Novel Arah Langkah karangan Fiersa Basari ini, memerhatikan, sontak terpanah, tersenyum batin ini. Oh Tuhan, sungguh kumemuja asmaMu, inilah salah satu ciptaan terindahMu. Hati bergetar, mungkinkah ini cinta pandangan pertama (yang sejak dulu tak kupercayai)?, dalam hati ingin mendekati, mengulurkan tangan dan mengucap salam kenal. Pada bagian buku ini kututup, alih-alih kuperhatikan. Perempuan bersosok...

Oleh-oleh

  "Sore diguyuri hujan saat musim kemarau. Malang lagi tak menonjolkan suhu ademnya yang mencekam kedua telinga dan menembus pori-pori kulit yang tipis ini. Saya terjebak di warung Pakde kampus III, menikmati kopi dan merefleksi diri dalam sepekan ini. Mencoba mengabadikannya agar terkenang seiring zaman.." Pekan lalu, perjalananku menembus awan tebal dari kampung halaman. Setiba, satu pertanyaan yang sama berentetan menyambut terucapkan dari orang yang berbeda-beda, "mana oleh-olehnya?". Aku jujur dengan keberangkatanku yang mendadak itu. Sungguh Ayahku dalangnya. Mengecek berbagai pesan whatsapp, aku lebih memfokuskan mata untuk membaca info yang dibagikan di grup mahasiswa fakultas Reguler A. Sampai lupa bahwa proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum sudah dimulai. Aku mulai antusias dengan proses demokrasi di fakultasku ini, namun ada hal yang menjanggal dalam pikiranku, tak ...